Puasa Weton Untuk Menjauhkan Kesialan

                        Biasanya jika anda sebagai orang yang percaya tentang kewajiban berpuasa, maka puasa yang dibahas kali ini bukan itu. Tetapi lebih pada perasaan prihatin dan juga merenungkan kembali hidup kita dari mulai lahir sampai saat anda berpuasa weton. Puasa ini dilakukan untuk memperingati hari kelahiran kita serta memaknai kehidupan ini dengan selaras.

Puasa weton sangat berkaitan dengan kekuatan dan juga kegaiban roh dan juga sedulur papt limo pancer yang dalam budaya Jawa sangat kental dan juga mendarah daging. Yang dimaksud dulur papt limo pancer adalah Kakang kawah adi ari ari  yang mana 2 malaikat dalam sisi kanan dan juga kiri yang selalu mencatat amal kebaikan dan juga keburukan kita. jadi semua itu berdasarkan budaya yang diadptasi dari budaya sebelum masyarakat Jawa mengenal agama Islam.

Tata cara Puasa Weton

contoh jika anda lahir pada hari senin legi maka anda memulai puasa pada hari sabtu paing sampai dengan selasa paing.Pada hari sabtu puasa di mulai jam 16.30 dan berbuka pada jam 18.00 dan pada hari berikutnya puasa seperti biasa dengan saur dan berbuka seperti puasa romadhon.sebelum puasa di awali dengan mandi kembang liman yang di tambah dengan 7lembar daun ringin dimaksutkan agar jiwa raga kita benar''suci. adapun mantra sebelum mandi kramas ialah: Niat ingsun adus banyu bumi suci sraga suci sukma suci nurkencono katonku nurmuhamad cahyoku lan ngedusi badan sedulur papat kalima pancerku. keturunan wijining awet enom. Allahhuakbar(sambil air siramkan dari atas kepala) Allahhuakbar (sambil air siramkan dari atas kepala) Allahhuakbar (sambil air siramkan dari atas kepala) kemudian jika sudah membaca mantra lalu mandi seperti biasa.

2.Doa sebelum memulai puasa kelahiran  Niat ingsun pasa ngapit kelahiran kelawan tulung dina telung bengi tanpo ti pati mangan lan ngumbe yen durung kasedya apa sing dadi kasedyaku

 3.Setiap malam wajib melakukan shalat Hajat dan setelah selesai shalat wajib melanjutkan dengan wiridan. doa wiridnya yaitu: sirulloh , dhat tulloh sipat tullah,khiblat tullah ujud tullah. (100x) Dilanjutkan dengan: kakakng kawah adi ari-ari kakang pembarep adiku ragil pangaribowo,prabowo kumayang jatiku...(100x) tak jalok gawemu,ewang ewangono .......(apa yang di minta.terserah.tetapi mintalah untuk bisa bertemu dengan guru sejati anda sendiri/kumayang jati anda) Dilanjutkan dengan membaca mantra untuk bisa bertemu guru sejati anda: bismillahirohmanirrohim 3x kitab kolo murtape sapa kang kelangan kitab kolo murtape kejobo aku dhewe sing nalikane sun dumunung ing adam wiwit sesasi tumeka sangang sasi ,mboso sun lahir nangis jejeritan golek jimat ingsun pribadi

Walaupun terkesan bercampur dengan budaya Jawa tetapi ini cara yang paling populer dimasyarakat Jawa dalam melakukan puasa weton.

 Penganut aliran tarekat kejawen, selain mereka mengenal ritual puasa ramadhan, ada beberapa jenis ritual puasa yang juga dilakoni dengan tujuan dan fungsi yang berbeda-beda. Lelaku puasa tarekat yang dijalani pun memiliki cara dan doa tersendiri. Tujuannya ada yang dilakukan dengan tujuan untuk membersihkan diri, memperoleh hajat yang diinginkan namun ada juga yang memang dilakukan khusus untuk memperoleh kesaktian tertentu. Rentang waktu puasanya pun bervariasi, setiap aliran kejawen memiliki tata cara yang berbeda-beda penerapannya. Berikut ini beberapa lelaku puasa tarekat kejawen tersebut :

Puasa Mutih :
Puasa mutih merupakan jenis puasa dimana si pelaku tarekat hanya memakan sekepal nasi putih dan segelas air putih saja dalam sehari dimana puasa putih ini dilakukan selama 1 x 24. Rentang waktu lama hari yang dijalani biasanya bergantung pada syarat yang disesuaikan dengan hajat si pelaku tarekat.

Puasa Ngrowot :
Puasa ngrowot merupakan jenis puasa dimana si pelaku tarekat hanya memakan buah-buahan saja sepanjang hari dimana puasa ngrowot ini pun rentang waktu lama puasanya akan disesuaikan dengan syarat dan hajat si pelaku tarekat.

Puasa Weton :
Puasa weton dilakukan pada saat hari pasaran lahir/weton si pelaku tarekat. Rentang waktu puasa yang dijalani ada 2 macam yakni : 1 hari puasa di hari weton tersebut saja atau 3 hari puasa apit dimana hari weton tersebut berada di hari kedua (diapit). Cara berpuasanya pun ada 2 cara yakni : berpuasa sebagaimana puasa ramadhan dimana si pelaku tarekat akan berbuka puasa pada saat matahari terbenam dan cara kedua yakni dengan berpuasa 1 x 24 jam terhitung pada jam 6 sore hari sebelumnya dan kemudian berbuka puasa pada jam 6 sore di hari weton tersebut (misalnya : hari lahir Rebo Legi maka puasa mulai dilakukan pada jam 6 sore hari selasa sebelumnya dan berbuka puasa pada jam 6 sore Rebo Legi). Puasa weton ini dilakukan untuk membersihkan diri namun juga bisa dipergunakan untuk melakukan teknik puter giling (mengembalikan apa yang sudah hilang : jodoh, barang dll). Puasa Weton jika dijalani dengan rutin maka akan memberikan banyak manfaat spiritual bagi si pelaku tarekat.

Puasa Pati Geni :
Puasa pati geni merupakan puasa dimana si pelaku tarekat akan berpuasa total tidak makan dan tidak minum selama 1 x 24 jam di dalam suatu ruangan tertutup tanpa ada cahaya maupun api. Rentang puasa dilakukan antara 1 hari hingga 3 hari, bahkan konon orang-orang jaman dahulu ada yang berhasil puasa pati geni selama 40 hari lamanya. Selama prosesi puasa, si pelaku dilarang tidur, makan, minum atau pun berbicara dengan siapa pun. Si pelaku tarekat berdoa, bermeditasi atau semedhi dan melakukan rapal-rapal mantra yoga tertentu.

Selain 4 jenis puasa tersebut di atas, masih ada beberapa jenis puasa lain yang terkadang terkesan sangat ekstrim bagi orang awam contohnya adalah : puasa mendem jero dimana puasa jenis ini, si pelaku ditanam badannya hingga sebatas leher di dalam tanah kemudian si pelaku akan berpuasa non stop hingga hari yang ditentukan. Puasa jenis ini biasanya dilakukan untuk memperoleh kesaktian atau ilmu tertentu.

Puasa lelaku ritual lain yang masih sering dilakukan oleh beberapa pelaku tarekat kejawen adalah : puasa purnama sidhi, puasa anyep dll.

Sebagian besar paguyuban tarekat kejawen kebatinan yang mengarah pada aliran kasepuhan, merupakan hal wajib bagi pelaku tarekat untuk berpuasa pada waktu-waktu tertentu seumur hidupnya sebagai prasyarat utama memperdalam ilmu tarekat.

Berbagai jenis puasa tarekat pada hakekatnya dilakukan untuk membersihkan diri, berdzikir, intropeksi diri dan juga mengendalikan hawa nafsu. Adapun kesaktian atau kewaskitaan yang kita peroleh sesudah melakukan ritual puasa tarekat, itu hanyalah efek samping atau bonus semata.

Semakin tinggi kesadaran spiritual seseorang, biasanya dia akan berpuasa untuk tujuan yang lebih tinggi yakni untuk memperoleh kesadaran atau eling sebagai manusia. Beda lagi bagi mereka yang masih rendah kesadaran spiritualnya, kebanyakan mereka melakukan ritual lelaku puasa bertujuan untuk memperoleh kesaktian atau kedigdayaan dimana memang sebagian besar dari mereka berhasil memperolehnya.
Artikel Terkait